Muaro Jambi- Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), menegaskan bahwa kerukunan umat beragama adalah prasyarat utama kemajuan daerah dan bangsa. Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama.
Upacara digelar di Lapangan MAN Insan Cendekia, Kelurahan Pijoan, Sabtu (3/1). Acara dihadiri jajaran Kemenag, aparatur daerah, dan pelajar madrasah se-Kabupaten Muaro Jambi.
BBS menjelaskan, stabilitas sosial yang dibangun dari toleransi adalah “mesin penggerak” pembangunan. Ini mencakup sektor ekonomi, pendidikan, hingga kehidupan sosial.
“Kerukunan bukan hanya nilai keagamaan, tetapi juga modal strategis bangsa,” ujar BBS. Ia menegaskan, tanpa kerukunan, pembangunan bisa terhambat oleh konflik sosial.
Bupati juga menyoroti peran Kementerian Agama yang strategis. Menurutnya, Kemenag tak hanya mengurusi ritual, tetapi juga membangun etika publik dan moderasi beragama.
“Tantangan kebangsaan menuntut penguatan moderasi dan toleransi,” katanya. Hal ini penting di tengah arus polarisasi dan disrupsi sosial yang mengancam kohesi.
Peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung semangat pengabdian dan transformasi. BBS menekankan, keberhasilan pembangunan ditentukan oleh kualitas relasi sosial warga.
“Daerah yang rukun adalah daerah yang punya masa depan,” pungkas Bupati Muaro Jambi tersebut.(*)







Discussion about this post